Kamis, 06 Februari 2020

REVIEW JURNAL PEMBERDAYAAN WANITA TANI DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN POT ORGANIK DARI JERAMI PADI DAN LIMBAH DAUN BAWANG MERAH


PEMBERDAYAAN WANITA TANI DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN POT ORGANIK DARI JERAMI PADI DAN LIMBAH DAUN BAWANG MERAH
NIM : K1519024
Fahrudin Ali Fikri
Mahasiswa Program Studi ptb.fkip.uns.ac.id
Fakultas fkip.uns.ac.id

A.      Latar Belakang
Desa Srigading merupakan desa terbesar penghasil bawang merah di Kabupaten Bantul. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi DIY (2016), produksi terbesar bawang merah terbesar terdapat di Kabupaten Bantul yaitu 4.479 ton dengan luas 585 Ha. Sedangkan pada tahun 2016, luas lahan meningkat menjadi 768 Ha dengan produksi mencapai 7.904 ton (BPS, 2017). Hal ini menyebabkan limbah jerami dan daun bawang merah sangat melimpah di wilayah ini. Sampai saat ini belum ada yang memanfaatkan limbah tersebut. Jerami hanya sesekali digunakan untuk makanan ternak, sedangkan jumlahnya sangat melimpah. Daun bawang merah hanya dibuang begitu saja, bahkan ada yang dibakar. Bawang merah merupakan tanaman umbi-umbian. Bagian bawang merah yang bernilai ekonomis tinggi adalah umbinya. Pemanenan bawang merah dengan cara memotong antara trubus dan umbi. Umbi ini selanjutnya akan dibersihkan lalu dijual.
Trubus/umbi tadi di Desa Srigading belum dimanfaatkan oleh petani, padahal jumlahnya sangat melimpah. Biasanya petani hanya menumpuk atau membakar limbah daun bawang merah. Melihat peluang adanya peningkatan nilai ekonomis dari daun bawang merah di Desa Srigading, maka dilakukan kegiatan pengabdian tentang pemanfaatan limbah daun bawang merah sebagai campuran bahan pot organik.
Pot organik merupakan pot atau bahan semai yang pembuatannya menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan. Prospek pemakaian pot organik akan semakin dibutuhkan dan menjadi peluang komoditi yang dapat dipasarkan. Oleh karenanya standar bahan baku tersebut harus berwawasan lingkungan dengan memenuhi syarat 4R, yaitu Reduce of energy, Reuse, Replace dan Recycle. Selanjutnya, limbah jerami dipilih karena mengandung selulosa dan lignin yang tinggi. Selain itu, dapat juga merekatkan ikatan yang kuat antar molekulnya. Kegiatan ini dilakukan karena selain di Desa Srigading tanahnya subur dan tersedianya air melimpah. Kegiatan ini juga dibantu oleh wanita tani yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Nailul Hidayah.

B.     Tujuan Artikel
               Tujuan artikel ini untuk transfer teknologi pembuatan pot organik, pendampingan dan monitoring pelaksanaan, pengembangan pot organik oleh mitra, serta perekonomian masyarakat meningkat. Tujuan ini diharapkan tercapai dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Srigading yang memiliki potensi-potensi salah satunya di bidang pertanian dengan membuat pot organik dari jerami padi dan daun bawang merah hasil panen masyarakat.
C.    Pembahasan
Desa Srigading merupakan desa penghasil bawang merah terbesar di Kabupaten Bantul baik itu varietas bawang merah lokal maupun impor. Dengan menerapkan pola tanam Padi Bawang Merah Musim Tanam I (bulan April-Juni) Bawang Merah Musim Tanam II (bulan Juli-September) Padi menyebabkan limbah jerami dan daun bawang merah sangat melimpah di wilayah ini. Sampai saat ini belum ada yang memanfaatkan limbah tersebut. Jerami hanya sesekali digunakan untuk makanan ternak, sedangkan jumlahnya sangat melimpah. Daun bawang merah hanya dibuang begitu saja, bahkan kadang ada yang dibakar.
Daun bawang merah diyakini mengandung zat kitin. Zat kitin merupakan lapisan anti air, sehingga daun bawang sulit meloloskan air. Melihat peluang adanya peningkatan nilai ekonomis dari daun bawang merah di Desa Srigading, maka dilakukan kegiatan pengabdian tentang pemanfaatan limbah daun bawang merah sebagai campuran bahan pot organik yang diyakini mampu menjadi peluang komoditi yang dapat dipasarkan.
Limbah jerami dipilih karena mengandung selulosa dan lignin yang tinggi. Selulosa dapat membentuk ikatan yang kuat antar molekulnya. Selain itu jerami mengandung bahan organik yang berperan penting dalam merekatkan butiran tanah membentuk agregat tanah yang lebih mantap. Daun bawang merah diyakini mengandung zat kitin yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai penahan air dalam pot. Selain jerami padi dan daun bawang merah, kotoran kandang juga digunakan sebagai bahan perekat. Kotoran kandang ini mengandung bahan organik yang memiliki berbagai unsur hara yang lengkap.  Sehingga selain sebagai bahan baku pot, kotoran kandang juga berfungsi sebagai cadangan unsur hara untuk tanaman dalam pot. Pot organik yang ramah lingkungan dianggap praktis karena dapat langsung ditanam ke dalam tanah tanpa harus membuka wadah. Selain itu pot organik diharapkan dapat terdekomposisi secara cepat serta tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. 
Teknologi pembuatan pot organik berbahan limbah jerami padi dan daun bawang merah  telah diimplementasikan di lokasi mitra yaitu di Dusun Sogesanden Desa Srigading Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Mitra yang tergabung dalam kegiatan ini adalah Majelis Taklim Nailul Hidayah. Metode yang dilakukan adalah dengan memberdayakan masyarakat (participatory rural appraisal) untuk membuat pot organik dengan penekanan pada inovasi dan teknologi. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui langkah-langkah yaitu analisis, sosialisasi program dengan mitra, pelatihan pembuatan pot, pengujian pot, dan evaluasi.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan oleh Tim Pengabdi sebanyak empat kali. Hasil FGD menunjukkan bahwa masyarakat ingin memanfaatkan limbah jerami padi dan daun bawang merah menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi.
Kegiatan yang selajutanya yaitu penyuluhan di mana pengabdi memberikan beberapa contoh state of the art pembuatan pot organik yang telah dilakukan di beberapa daerah. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi penyiapan peralatan dan perlengkapan pelatihan, penyusunan modul/materi pelatihan, dan penyuluhan tentang pemanfaatan pot organik.
Setelah dilakukan penyuluhan, kegiatan yang selanjutnya yaitu pembuatan pot organik. Bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan pembuatan pot organik berbahan campuran limbah jerami dan daun bawang merah adalah 1 kg jerami yang telah dipotong kecil-kecil, 1 kg daun bawang merah, dipotong kecil, 1 kg pupuk kandang, 0,5 kg tepung kanji, dan air secukupnya. Alat-alat yang digunakan meliputi ember, pisau, sarung tangan, pengaduk kayu, penumbuk. 
Cara membuat pot organik :
1. Jerami dan daun bawang merah dipotong-potong kecil.
2. Pupuk kandang dihaluskan, disaring dengan ayakan lalu campurkan dengan jerami dan daun bawang merah.
3. Masukkan tepung kanji lalu beri air secukupnya sampai dirasa cukup untuk dibentuk/cetak
4. Cetak/press menggunakan cetakan pot.
5. Lalu jemur sampai kering, setelah kering pot siap digunakan.

D.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan tersebut adalah respon masyarakat terhadap pemanfaatan jerami padi dan daun bawang merah sebagain bahan campuran pot organik yang sangat tinggi serta pot organik bisa dikembangkan untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah barang. Dan juga perlu adanya penilaian kelayakan usaha dan pendampingan agar produk pot organik bisa dijual untuk umum.


https://jurnal.uns.ac.id/prima/article/view/36109/23289